zmedia

Perjalanan Terakhir Harum: Akhirnya Kembali ke Rumah Ayah, Kamu, Mbak!

Sri Lestari (58) duduk lesu di kursi plastik di depan rumahnya. Ia berusaha kuat mengingat anak pertamanya, Harum Anjarsari (30) yang meninggal dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Sri dihubungi oleh suami Harum, Radit (36) pada malam kejadian sekitar pukul 22.00 WIB.

“'Ibu, Arum ada di kereta yang mengalami kecelakaan itu.' Terus gimana? Bagaimana akhirnya?' tanyaku. 'Belum, ada kabarnya Ibu, aku sudah menyebarkan anak buahku dan teman-teman ke semua rumah sakit, dan aku menunggu di tempat evakuasi sampai semua dievakuasi," kata Sri menirukan percakapannya dengan menantunya, di rumah duka, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/4/2026).

1. Keluarga menerima informasi bahwa Harum termasuk dalam daftar korban yang meninggal dunia

Pencarian terhadap Harum dilakukan di seluruh rumah sakit tempat para korban dievakuasi, tetapi keluarga tidak berhasil menemukan Harum. Pada akhirnya, keluarga menerima informasi bahwa beberapa korban dibawa ke Rumah Sakit Polri.

Ayah dan suami Harum segera pergi ke RS Polri. Mereka diminta untuk memberikan informasi serta menjalani berbagai tahapan pemeriksaan forensik.

Sampai hari berlalu, para tetangga secara bersamaan datang ke rumah Sri. Mereka menyampaikan belasungkawa setelah mengetahui dari tayangan berita bahwa nama Harum tercantum dalam daftar 10 korban yang meninggal.

"Saya menelepon suami saya dan berkata, 'Papa, Mbak Arum sudah tidak ada.' 'Ibu tahu dari mana? Di sini belum diumumkan.' 'Ini tetangga sudah ada yang bernama Harum di TV'. Suami saya menangis, dia (Harum) selalu minta pulang, 'Akhirnya pulang juga ke rumah papa, kamu Mbak," kata Sri menirukan perkataan ayah Harum.

2. Mintalah orang tua untuk membersihkan rumah

Sri mengakui memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Harum, meskipun kini mereka tidak tinggal bersama karena Harum harus mendampingi suaminya. Sesekali ia pulang ke Cipayung, Jakarta Timur, untuk mengajak orang tua dan adiknya makan di luar.

Kenangan terakhir, Harum memberi sejumlah uang kepada ibunya agar bisa memperbaiki rumah menjelang Lebaran.

"Seminggu sebelum Lebaran dia meminta rumah ini dibersihkan. Kita tidak tahu bahwa tanda-tanda seperti ini akan terjadi. 'Ibu bersihkan, Ma, seminggu lagi Lebaran, harus cepat.' Suamiku adalah tukang, jadi dia sendiri yang mengerjakan. Benar-benar rapi, rapi," kata Sri.

3. Pulang selamanya

Sebelum kejadian kecelakaan tersebut, Harum beberapa kali menyampaikan kepada Sri bahwa ia ingin kembali ke Cipayung.

"Sebelum meninggal, dia meminta untuk pulang. 'Aku ingin pulang ke rumah Mama, aku ingin pulang.' Itu ciri-cirinya, ya, itu, ya, akhirnya pulang," kata Sri.

Selain kepada ibunya, Harum juga menyampaikan pesan yang sama kepada beberapa temannya.

"Kalau bersama teman-temannya, dia malah berkata, 'Aku ingin pulang, sudah lelah.' Aku tidak tahu apakah dia benar-benar lelah atau tidak, yang aku tahu dari teman-temannya, dia juga bilang sama kepada mereka, 'Ingin pulang ke rumah Ibu, ah, lelah,' begitu. Tapi akhirnya dia benar-benar pulang untuk selamanya," kata Sri.

Berdasarkan pernyataan resmi dari Kementerian Perhubungan, kecelakaan tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur terjadi ketika rangkaian KRL yang berjalan dari Bekasi ke Cikarang menabrak kendaraan di perlintasan datar JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena tidak dapat beroperasi sesuai jadwal biasa dan berjalan di luar rencana rutin.

Akibat kejadian tersebut, petugas menghentikan satu rangkaian KRL dengan kode PLB 5568 yang menuju Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) yang beroperasi dari Jakarta ke Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terjadi insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Harum termasuk di antara 16 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah: Mia Citra Berada di RSUD Bekasi Cerita Suami yang Harum dari Korban Kereta Bekasi: Telepon Istri Dihangkat oleh Damkar

Posting Komentar untuk "Perjalanan Terakhir Harum: Akhirnya Kembali ke Rumah Ayah, Kamu, Mbak!"

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT