Ringkasan Berita:
- Yunita Endang (41) mengalami cedera akibat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur dan mengungkapkan bahwa dirinya sempat terlempar hingga pingsan.
- Kereta listrik Jakarta–Cikarang yang ditumpangi bersama suaminya, Subur Sagita (51), diseruduk KA Argo Bromo Anggrek dari belakang dengan kecepatan sekitar 110 km/jam.
- Kecelakaan terjadi ketika Yunita dan suaminya sedang berpindah antar gerbong, yaitu di area sambungan menuju gerbong 3.
- Pengakuan mengejutkan datang dari seorang korban luka dalam kecelakaan KRL di Bekasi, Yunita Endang (41).
Ia mengakui sempat terlempar hingga kehilangan kesadaran ketika kejadian mengerikan itu terjadi.
Diketahui, Yunita bersama suaminya, Subur Sagita (51), menjadi korban dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/6/2026) malam.
Kejadian buruk terjadi saat KRL jurusan Jakarta–Cikarang yang mereka naiki ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan tinggi, sekitar 110 kilometer per jam.
Yunita juga menceritakan momen sebelum kecelakaan terjadi. Ia awalnya naik KRL dari Stasiun Cakung, sedangkan suaminya berangkat dari Stasiun Kampung Bandan.
Keduanya rencananya turun di Stasiun Tambun.
Sebelum kecelakaan terjadi, Yunita sedang berada di gerbong khusus perempuan.
Namun keadaan berubah ketika suaminya mengajaknya pindah tempat.
Mereka selanjutnya berjalan ke gerbong lain melalui perlintasan antar gerbong.
Celaka, tepat saat berada di perlintasan menuju gerbong 3, kecelakaan besar terjadi.
Tubuh Yunita terdorong keras, akhirnya membuatnya pingsat.
Bukti ini menunjukkan betapa mengerikannya kejadian tersebut dan meninggalkan luka batin yang dalam bagi para korban.
"Bapak menyebutnya sebagai gerbong perempuan, jadi saya (suami) tidak diperbolehkan, akhirnya kita pergi ke gerbong ketiga," ujar Yunita di RSUD Bekasi, dilansir Grid.ID dari Tribun Jakarta.
Saat KA Jarak Jauh tiba-tiba menabrak KRL dengan sangat keras, Yunita yang sedang berada di bagian sambungan kereta langsung terlempar ke tengah gerbong.
Setelah terjatuh, ia sempat sadar, tetapi kakinya mengalami kram sehingga tidak bisa bergerak. Selanjutnya, ia pun kehilangan kesadaran.
Saat ia sadar, ia tiba-tiba berada di lantai 2 Stasiun Bekasi Timur. Kakinya masih tidak mampu bergerak, dan hidungnya juga mengalami pendarahan.
"Kaki tidak bisa digerakkan, darah di hidung dikompres. Di sampingku ada yang luka," katanya.
Sementara itu, suami Subur Sagita mengatakan dirinya mengalami nyeri pada bahu dan kepala akibat kecelakaan KRL Bekasi tersebut.
Namun keadaannya masih sadar, sehingga dia yang membantu istrinya.
Setelah kejadian itu, pasangan suami istri tersebut dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sekarang keduanya telah diperbolehkan pulang ke rumah.
"Saya diminta pulang (oleh RS), tetapi jika terjadi sesuatu diminta langsung datang ke sini," ujar Subur.
Subur mengakui awalnya ia mendengar tentang kejadian taksi yang tertabrak oleh KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta, sedangkan dirinya berada di dalam KRL yang berjalan dari Jakarta ke Cikarang.
KRL yang ia naiki mengalami penundaan sekitar 10 menit dengan pintu masih terbuka. Tidak lama setelah itu, kereta Argo Bromo melaju cepat hingga menabrak KRL tersebut.
Subur dan Yunita terlempar hingga ke tengah kereta. Untungnya, Subur masih dalam keadaan sadar, sehingga ia mampu membawa Yunita keluar dari gerbong.
Subur mengungkapkan bahwa setelah kecelakaan KRL Bekasi, terlihat asap tebal yang muncul. Keadaan semakin menegangkan ketika terdengar teriakan kengerian dari para penumpang yang menjadi korban.
Korban Tewas 15 Orang
Polisi telah mengumumkan daftar nama para korban yang tewas dalam kecelakaan KRL Bekasi. Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa mencapai 15 orang.
"Ya, ada 15 (korban) yang meninggal," ujar Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting, di RS Polri Kramat Jati, dilaporkan oleh Kompas.com.
Proses pengenalan korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dengan memanfaatkan data primer berupa sidik jari dan data sekunder seperti tanda medis serta barang milik korban.
"Diidentifikasi berdasarkan data primer seperti sidik jari dan data sekunder seperti tanda medis serta properti atau barang milik," kata Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan.
Berikut adalah daftar nama-nama korban yang meninggal akibat kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
RS Polri Kramat Jati:
- Tutik Anitasari (31)
- Harum Anjasari (27)
- Nur Alimantun Citra Lestari (19)
- Farida Utami (50)
- Vica Acnia Fratiwi (23)
- Ida Nuraida (48)
- Gita Septia Wardany (20)
- Fatmawati Rahmayani (29)
- Arinjani Novita Sari (25)
- Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32)
RSUD Kota Bekasi:
- Nuryati (41)
- Nurlaela (39)
- Enggar Retno Krisjayanti (35)
Rumah Sakit Bella Bekasi:
- Ristuti Tustirahato
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur:
- Adelia Rifani
Sebelumnya dilaporkan bahwa KRL jurusan Jakarta-Cikarang tiba-tiba tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang berjalan dari Gambir ke Surabaya pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.
Seri kejadian dimulai dari sebuah taksi listrik yang rusak tepat di tengah perlintasan kereta api JPL 85 Bekasi, yang kemudian tertabrak oleh KRL yang datang dari arah Cikarang.
Hal tersebut membuat rangkaian KRL berikutnya terpaksa terhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Kemudian tiba kereta Argo Bromo Anggrek yang berangkat dari Gambir menuju Surabaya Pasarturi, melaju dengan kecepatan 110 km/jam dari sisi belakang hingga terjadi tabrakan yang tidak bisa dihindari.
KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang sedang berhenti sehingga lokomotif menerobos masuk ke gerbong khusus perempuan.
Kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 84 korban mengalami luka-luka.
Posting Komentar untuk "Korban Tabrakan KRL Bekasi Tersentak Hingga Pingsan, Bangun Sudah Berdarah"